Tujuh calon petualang akhirnya menjadi empat, Darto "hanoman", Maman "gimbal", Amet "steril", dan gw (Jacqo "vespa"). Berempat kemudian memilih kata ublags, bukan dalam pengertian yang sebenarnya ya! Itu hanya sebuah nick name atau kiasan mengenai orang yang suka bepertualang tapi dengan ongkos yang seminim mungkin, kasarnya klo gak ada ongkos buat makan ya "ngelacur" dulu pake duit temen dan sebagainya.
Ublags dengan Bintan (ke dua dari kiri).
Petualangan pertama, Bali! Tujuh hari di Bali, super keren! Baru beberapa hari aja dah serasa anak pantai aja, ke Padang Bai, Kuta, Dreamland, dan Seminyak. Paling enak, menelusuri pantai dari Seminyak sampai Kuta detik-detik menuju sunset, banyak aktivitas dan pemandangan yang gak mungkin ada di kota atau daerah pegunungan.
Waktu menelusuri pantai dari Seminyak sampai Kuta.
Seni dan budayanya sangat terjaga dengan baik, apalagi di Ubud. Ubud dan Kuta seperti dua pusat kebudayaan yang berbeda, Ubud yang tradisional, Kuta yang freestyle. Heran, kagum, dan sedikit menyayangkan, waktu nonton pertunjukan tari Kecak di Ubud, mayoritas orang asing, jarang banget yang orang indonesia (selain orang Bali). Apa generasi sekarang mulai gak peduli ma budaya tradisional ya? Walaupun budaya itu diakui internasional? Oh ya, jangan sampe gak mengunjungi GWK! Keren!
Soal oleh-oleh jangan tanya deh, banyak banget pernak pernik di suatu pasar (gw lupa namanya) ke arah Ubud, yang super lengkap dan murah (pinter-pinter nawar lah)! Baju barong buat anak kecil sampe topeng-topengan aneh yang agak kocak dan pajangan kucing dari kayu yang sedang menggeliat (lucu deh). Ada satu hal yang masih belum dimengerti kenapa begitu banyak pernak-pernik dari kayu berbentuk alat kelami pria ya? Apa orang Bali sangat menggagungkan alat kelamin ato itu sebuah simbol tertentu?
Petualangan pertama ini super keren dan menyenangkan! Ublags sedang menanti petualangan berikutnya. Kira-kira ke mana ya? Ya secukupnya ongkos membawa kita.